Kain Katun

April 30, 2010

Proses Pengerjaan Katun menjadi Kain Katun or Bahan Katun

Pabrik Tekstil

Persiapan pembuatan kain / bahan katun dimulai dengan penyusunan benang untuk tenun atau rajut. Setiap tahun, pabrik tekstil di AS biasanya menghasilkan sekitar delapan miliar meter persegi masing-masing dari tenunan dan tiga miliar meter persegi dari bahan katun rajutan untuk membentuk kain katun nya.

Kain Tenunan untuk membentuk Kain / Bahan Katun

Tenun adalah metode tertua untuk membuat benang menjadi kain. Sementara metode modern yang lebih kompleks dan jauh lebih cepat, prinsip dasar benang interlacing tetap tidak berubah.

Pada alat tenun, benang memanjang yang disebut lusi bentuk kerangka kain. Mereka biasanya membutuhkan tingkat yang lebih tinggi daripada benang twist pengisian yang interlaced widthwise.

Secara tradisional, kain ditenun oleh shuttle kayu yang bergerak secara horisontal bolak-balik melintasi alat tenun, jalinan benang mengisi dengan horisontal, benang lungsin memanjang. pabrik modern menggunakan kecepatan tinggi mesin tenun shuttleless yang tampil di tingkat yang luar biasa

dan menghasilkan berbagai jenis kain. Beberapa membawa benang mengisi seluruh alat tenun di tingkat lebih dari 2.000 meter per menit.

Mesin tenun Rapier-jenis memiliki senjata logam atau rapiers yang mengambil thread mengisi dan membawanya setengah jalan di mana alat tenun Rapier lain mengambilnya dan menariknya sepanjang jalan. jenis lain menggunakan proyektil kecil yang mengambil thread mengisi dan membawa semua cara di alat tenun. Masih jenis lainnya mempekerjakan kompresi udara untuk memasukkan benang mengisi seluruh lungsin. Selain kecepatan dan fleksibilitas, keuntungan lain dari mesin-mesin tenun modern adalah operasi mereka relatif tenang.

Ada tiga tenunan dasar dengan berbagai variasi, dan kapas dapat digunakan dalam semua mereka. The tenunan polos, di mana pengisian bergantian melewati satu benang lungsin dan di bawah, selanjutnya digunakan untuk kotak-kotak, percales, chambray, batistes dan kain lainnya.

The Tenunan kepar, di mana benang tersebut terjalin untuk membentuk punggung diagonal di kain, digunakan untuk kain kokoh seperti denim, kain gabardin, herringbone dan berdetik.

The menenun satin, yang paling umum dari tiga, menghasilkan kain halus dengan kemilau tinggi. Digunakan untuk satin kapas, itu diproduksi dengan interlacings benang lebih sedikit dan dengan baik benang lungsin atau mengisi mendominasi wajah “” kain.

Pada beberapa tanaman, scanner optik terus memantau produksi kain mencari kain cacat sebagai muncul dari mesin menenun. Ketika ketidaksempurnaan muncul, komputer segera mencetak lokasi cacat sehingga dapat dihapus kemudian pada saat pemeriksaan kain.

Kain rajutan

Merajut adalah metode membangun kain dengan menggunakan serangkaian jarum untuk saling loop benang.

baris membujur dari loop, sebanding dengan benang lungsin dalam barang-barang tenunan, disebut wales. baris melintang, sebanding dengan mengisi benang, dikenal sebagai program.

Ada banyak kesamaan dalam merajut dilakukan dengan tangan dan mesin, tetapi ada juga beberapa perbedaan ditandai.

Sebagian besar kapas rajutan pada Machinemachines Merajut jarum melingkar yang tetap ke tepi silinder berputar. Sebagai ternyata silinder, jarum bekerja dengan cara mereka dari menjahit untuk menjahit memproduksi kain tubular. Luasnya diatur oleh ukuran silinder, yang biasanya berkisar 9-60 inci diameter.

Sebuah perajut tangan menggunakan dua jarum membentuk satu jahitan pada suatu waktu.

Tergantung pada kain lebar yang diinginkan, mesin rajut modern akan menggunakan lebih dari 2.500 jarum.

Alih-alih kerucut tunggal benang, mesin rajut dapat memiliki hingga empat kerucut per inci dari lebar kain. Sebagai contoh, sebuah mesin dengan silinder 32-inci dapat memiliki lebih dari 2.700 jarum dan 128 kerucut benang pakan secara bersamaan. Ini adalah statistik yang khas untuk sebuah mesin yang digunakan dalam pembuatan pakaian rajutan, tetapi angka berbeda-beda menurut jenis mesin yang digunakan dan kain yang diproduksi.

Mesin rajut datar adalah jenis lain dasar. Dirancang dengan tempat tidur datar, telah puluhan jarum diatur dalam garis lurus dan memproduksi kain rajut yang datar, mirip dengan kain tenunan.

Sebuah mesin rajut datar membuat lebih dari satu juta jahitan menit, dan dapat diatur untuk menjatuhkan atau menambahkan jahitan secara otomatis dalam rangka untuk mempersempit atau memperluas kain di tempat tertentu agar sesuai dengan bentuk tertentu.

Kain Blacu

April 30, 2010

su pemanasan global ternyata bukan hanya menjadi ancaman melainkan juga memberi peluang bisnis bagi orang-orang kreatif. Buktinya, berkat isu tersebut berbagai produk yang berkonotasi ramah lingkungan mulai membanjiri pasaran. Tas dari kain blacu salah satunya. Russanti Lubis

Sejak Al Gore, Wakil Presiden Amerika Serikat era Bill Clinton, melemparkan isu global warming dan muncul dalam An Inconvenient Truth, film dokumenter yang meraih penghargaan Academy Award tahun 2006, banyak pihak menangapinya dengan beragam cara. Di antaranya, dengan menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan. Caranya, dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Kondisi itu, ditangkap dengan manis oleh para pelaku bisnis, dengan memproduksi berbagai barang yang berkonotasi ramah lingkungan.

Di antara sekian banyak produk ramah lingkungan yang kini bermunculan, salah satunya adalah tas jinjing. Tas yang bentuknya tak jauh beda dengan tas plastik itu, akhir-akhir ini mulai banyak dijinjing atau disandang para karyawati, yang bekerja di perkantoran di kawasan elit Jakarta. Sebagian dari tas berwarna-warni dan bermotif kulit jeruk yang mereka jinjing itu, juga diproduksi oleh perusahaan-perusahan tas yang telah memunyai nama. Sehingga, secara tidak langsung brand sang produsen mengangkat derajat tas, yang fungsinya sama dengan tas kresek itu.

Hal itu menimbulkan pertanyan, apakah para perempuan yang membawa tas itu, ingin mengesankan sebagai orang-orang yang turut berpartisipasi menjaga lingkungan? Atau hanya karena gengsi dan mengikuti tren mengingat tas-tas itu dibuat oleh produsen tas besar? Apalagi, faktanya, meski memiliki bentuk yang sama, tapi tidak semua tas yang berkonotasi ramah lingkungan itu terbuat dari bahan yang ramah lingkungan pula. Beberapa di antaranya, terbuat dari bahan semi sintetis (campuran kain dengan plastik, red.). Dalam arti, unsur kainnya dapat hancur dalam waktu relatif cepat, tetapi tidak dengan unsur plastiknya. Lain halnya, dengan tas pembungkus belanjaan yang dikeluarkan oleh The Body Shop, misalnya, yang berbahan dasar tepung tapioka.

Berkaitan dengan tren yang sedang berlangsung, Toni Wijaya, produsen tas skala rumahan yang dibangun pada tahun 2007, memproduksi tas berbahan kain blacu. “Saya menggunakan kain blacu karena, pertama, bahan dasarnya adalah kapas. Kedua, kain ini bersifat fleksibel. Dalam arti, mudah dibentuk menjadi model apa saja dan diberi hiasan apa pun. Di samping itu, belum banyak produsen tas yang berkonotasi ramah lingkungan, menggunakan kain blacu sebagai bahan dasarnya,” kata Toni, yang menamai produknya Cool City Bags.

Namun, Toni melanjutkan, harga beli bahan baku dan biaya produksi tas dari kain blacu ini lebih mahal. Sehingga, harga jualnya juga mahal, Rp25 ribu/buah. Imbasnya, masih belum banyak orang Indonesia yang mau membeli tas semacam ini, yang sebenarnya fungsinya sama saja dengan tas kresek. Memang jika dibandingkan dengan tas kresek, dengan harga yang sama, Anda bisa memperoleh puluhan tas kresek. Apalagi, dilihat dari fungsinya, tas dari kain blacu tersebut sama saja dengan tas-tas pada umumnya, termasuk tas kresek, yaitu sekadar untuk membawa barang.

Kain Rayon

April 30, 2010

Perusahaan Panca Warna merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi baju batik dan kain batik. Pada Perusahaan Panca Warna sistem produksinya berdasarkan pesanan yang diterima dari pelanggan. Pada saat ini perusahaan hanya memiliki satu supplier kain rayon sedangkan kain rayon merupakan bahan baku vital dalam pembuatan baju batik dan kain batik. Pada sekarang ini perusahaan sedang mengalami peningkatan permintaan dan supplier saat ini sulit untuk memenuhi kebutuhan kain rayon untuk perusahaan. Untuk itu perusahaan mencari supplier baru untuk memenuhi kebutuhan kain rayon. Perusahaan mempunyai empat alternatef supplier baru yaitu PT Samitex, Mofidotex, CV Dita Mandiri Utama, dan PT Sukorintex. Dalam melakukan pemilihan supplier ini perusahaan mempunyai empat kriteria untuk menyeleksi supplier tersebut yaitu kualitas, transaksi, pengiriman dan fleksibel. Pada pengolahan data ini menggunakan kuesioner dengan perbandingan berpasangan. Pada proses pemilihan supplier ini digunakan metode Analytic Network Process (ANP) yang merupakan pengembangan dari metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Pada metode ANP ini mampu memperbaiki kelemahan dari metode AHP. Metode ANP ini mampu mengakomodasi keterkaitan antar kriteria atau alternatif. Keterkaitan pada metode ANP ada 2 jenis yaitu keterkaitan dalam satu set elemen (inner dependence) dan keterkaitan antar elemen yang berbeda (outer dependence). Adanya keterkaitan tersebut menyebabkan metode ANP lebih kompleks dibanding metode AHP.
Hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode AHP dihasilkan bobot untuk PT Samitex sebesar 0.4938, Mofidotex sebesar 0.226, CV Dita Mandiri Utama 0.107, dan PT Sukorintex sebesar 0.1732. Dengan menggunakan metode ANP dihasilkan bobot untuk PT Samitex sebesar 0.34921, Mofidotex sebesar 0.32326, CV Dita Mandiri Utama sebesar 0.16682, dan PT Sukorintex sebesar 0.1607. Dengan menggunakan metode ANP dapat dilihat kriteria-kriteria dan sub kriteria yang saling mempengaruhi dalam pemilihan supplier ini.
Hasil dari analisis dengan menggunakan metode AHP dan Metode ANP terjadi perbedaan nilai bobot untuk masing-masing supplier. Hal ini disebabkan dalam metode ANP terjadi keterkaitan antar kriteria dan sub kriteria.Berdasarkan hasil dengan menggunakan kedua metode tersebut dihasilkan PT Samitex memiliki bobot yang paling besar dan paling layak dijadikan supplier pada perusahaan

Hello world!

April 3, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.